masa lalu, saat ini, dan mungkin masa depan

Bulan bulan menegangkan

Posted in mungkin masa depan, saat ini by backpackerman on Agustus 11, 2009

fiuh…

2 bulan kedepan  adalah saat saat menegangkan. Saya harus mempersiapkan semuanya tentang pernikahan saya dan pie..  persiapan lahir bathin.

Menengok kebelakang.. melihat yang lalu, salah satu yang saya lakukan kemaren. Untuk cerminan diri saya. Apa yang sudah saya perbuat.. kesalahan, tindakan-tindakan bodoh, sekedar untuk mengingatkan untuk tidak  terperosok di lubang yang sama.

Berhenti sejenak.. merenung apa yang sedang saya lakukan sekarang, sudahkah benar?? sudahkan sesuai apa yang telah saya rencanakan.

Mencoba menatap ke depan, yang akan saya lakukan sekarang. Membuat rencana-rencana. Membuat harapan-harapan. Dan semoga semua berjalan dengan baik..

Siapkah saya??  Itu pertanyaan yang ada di benak saya sekarang. Dan saya jawab dengan tegas… Saya Siap!!

Red Ribbon Army

Posted in saat ini by backpackerman on Juli 29, 2009

pie army2pie army

dear pie,
banyak orang berkata, pekerjaanmu tidak cocok untuk perempuan, tapi kau enjoy dan tekun melakukannya

banyak orang berkata, tidak pantas anak perempuan berkeliaran di lokalisasi, tapi kau cuek keluar masuk lokalisasi dan panti pijat menjaring para laki-laki hidung belang

banyak orang berkata, tidak pantas anak perempuan bawa kondom di tas, tapi kau cuek bawa berdus-dus kondom kesana kemari

banyak orang berkata, tidak pantas anak perempuan berbicara lantang tentang sex dan penyakit kelamin, tapi kau cuek berbicara panjang lebar kepada kerumunan orang tentang sex sehat, penyakit kelamin dan cara pencegahannya

banyak orang berkata, orang yang terkena HIV/AIDS tidak pantas untuk di dekati, tapi kau cuek merangkul mereka dan bergaul dengan mereka

dulu aku berkata, aku tidak suka pekerjaanmu….

tapi sekarang, bagiku kau adalah pejuang, pejuang sejati…

red ribbon army

Maukah kau menjadi istriku?

Posted in mungkin masa depan, saat ini by backpackerman on Juli 25, 2009

pie

Pie,

Maukah kau menjadi istriku? Aku cuma laki-laki biasa. Tidak ganteng tp kemaren temenmu bilang aku eksotik..hihi masih Ge-er nih. Tapi aku akan berusaha menjadi seorang laki-laki sejati di hadapanmu.

Maukah kau menjadi istriku? Pendapatanku pas-pas an. Aku cuma kuli biasa. Aku juga tidak tahu apakah aku akan selalu dapat pekerjaaan. Yang pasti aku tetap selalu berusaha memberi nafkah untuk kamu dan anak-anak kita kelak.

Maukah kau menjadi istriku? Aku belum punya rumah sendiri, aku masih ngontrak. Aku juga tidak tahu apakah aku akan ngontrak selamanya atau suatu saat aku dapat membeli rumah untuk kita tinggali. Yang pasti aku tidak akan membiarkan kamu dan anak-anak kita kepanasan dan kehujanan.

Maukah kau menjadi istriku? Aku cuma laki-laki biasa. Tidak romantis. Cintaku juga biasa, karena itu aku butuh kamu untuk bersama-sama menjadikan cinta ini luar biasa.

Maukah kau menjadi istriku? Mungkin nanti tidak ada pesta resepsi yang indah di gedung megah, karena aku hanya sanggup membawamu menikah di KUA, dan sekedar selamatan & syukuran seadanya.

Maukah kau menjadi istriku? jika kamu bersedia, Insya Alloh sehabis lebaran ini aku akan melamarmu dan menikahimu, karena aku harus menunggu THR dulu…..

Pie, maukah kau menjadi istriku????

im sick but very happy

Posted in mungkin masa depan, saat ini by backpackerman on Juli 21, 2009

sahabat-sahabatku,

terima kasih atas dukungannya, doanya.

terima kasih telah membuatku tersenyum melihat komentar2 kalian

mungkin umurku pendek, tapi aku ingin membuatnya berarti…

terima kasih

Aku mencintaimu karena

Posted in mungkin masa depan, saat ini by backpackerman on Juli 9, 2009

pie

Aku mencintaimu karena
kamu wanita yang teguh, teguh pada pendirianmu

Aku mencintaimu karena
kamu wanita setia dan aku sudah membuktikan itu

Aku mencintaimu karena
kamu selalu mengingatkanku jika aku salah, dulu aku sebal jika kamu mulai ngomel-ngomel, tapi aku sadar ternyata segala omelan itu ada gunanya untukku.

Aku mencintaimu karena
orang bilang kamu tidak cantik, tapi menurutku kamu adalah wanita terindah yang pernah aku liat. Pasti kamu tahu betapa tidak tahannya aku untuk selalu nyosor ke pipimu ketika dekat denganmu.

Aku mencintaimu karena
kamu seorang wanita yang mandiri, tidak pernah mau menjadi beban. Pekerjaanmu juga cukup aneh untuk ukuran wanita, mondar-mandir di lokalikasi untuk menjaring para lelaki hidung belang dan menerangkan bahayanya terkena HIV/Aids dan membagikan kondom kepada mereka tanpa rasa canggung, tapi aku suka melihat caramu enjoy dengan pekerjaanmu itu.

Aku mencintaimu karena
kamu selalu memaafkan aku, setelah banyak kesalahan yang telah aku perbuat dan mengecewakanmu

Aku mencintaimu karena
kamu selalu menerimaku apa adanya…

From Kaliurang with Love

Posted in saat ini by backpackerman on Juli 5, 2009

Weekend yang indah bersama Pie, ke Kaliurang & Kaliadem di Lereng Gunung Merapi, mulai dari jadah tempe bacem, main air di kali di  jalur aliran lahar dingin, jalan2 di lereng gunung. Sarapan, makan siang & makan malam di pasar biar murah, boncengan Semarang-Yogyakarta  PP, sampe harus dorong  motor berdua karena ban bocor…

Pie, thx  for lovely weekend

bp & piekaliademjadah tempe2

pie1pie3pie2

tak gendongbp KObpmolor

serabiserabi2ban bocor

udud disikbp1bp3bp2

pie6pie happypie5pie4

pernah

Posted in mungkin masa depan, saat ini by backpackerman on Juni 27, 2009

pernah kucari sebuah arti

di sela gunung di sela bayu

ada yang nampak, tapi bukan itu

pernah kucari sebuah arti

di dalam hatiku di dalam hatinya

ada yang nampak, tapi hilang

sekarang kucari sebuah arti

di dalam hatiku di dalam hatimu

ada yang nampak, dan kuharap tetap ada

maafkan aku (2)

Posted in mungkin masa depan, saat ini by backpackerman on Juni 22, 2009

pie

Pie,

Maafkan aku, aku baru datang sekarang menemuimu, karena aku begitu bodoh tidak tahu kamu menungguku.

Maafkan aku, aku tidak sempat mencari bunga untukmu, karena bus yang aku tumpangi tidak mau berhenti di taman yang tadi kuliat banyak tumbuh bunga-bunga indah.

Maafkan aku, aku tidak bisa mengajakmu ke puncak gunung atau tepi pantai yang indah, malah kuajak kamu duduk di bawah pohon besar dan akhirnya kita hanya sibuk mengusir semut merah.

Maafkan aku, aku tidak bisa mengajakmu ke spa atau ke salon, malah ku ajak kamu ke pangkas rambut madura untuk mencukur habis kumis dan jenggotku yang menurutmu membuatku jauh keliatan lebih tua.

Maafkan aku, aku tidak bisa memberikan candle light dinner romantis, aku hanya sanggup mengajakmu makan malam di warteg 24 jam, ada lilin juga disana hanya untuk mengusir lalat.

Pie,

Maafkan aku, karena baru sekarang aku bisa membuatmu tersenyum bahagia…

back to you

Posted in masa lalu, mungkin masa depan by backpackerman on Juni 21, 2009

pie

Semarang yang panas

dan aku datang kesini, menemuimu.

Kau menungguku dengan senyum, senyum terindah yang pernah ku liat.

Kau bertanya padaku, apa yang kau bawa untukku ?

ku jawab, Aku mencintaimu tanpa syarat…

kau jawab, Ok aku akan disampingmu..

dan kisah cinta ini berlanjut lagi…

thx pie

dua macam rasa makanan

Posted in saat ini by backpackerman on Juni 16, 2009

warteg

Tadi pagi saya sarapan di warteg fav saya ( bisa ngutang sih ). Seperti biasa sebelum memulai aktifitas saya selalu sempatkan untuk sarapan. Wartegnya belum terlalu ramai karena mungkin masih terlalu pagi buat orang sarapan. Saya ambil menu rutin sarapan saya, Nasi separo , sayur plus perkedel, dan pesan teh manis gulanya sedikitttt saja   ( saya ngga terlalu suka manis, takut tambah manis nanti saya nya).

Si mas yang aslinya tegal tidak lupa menanyakan,

” priben mas. kiye arep dicatet disit?”, sambil pegang buku sakti catetan utang pelanggan (saya translate daripada ada yang protes : “gimana mas, ini mau di catet dulu?).

saya jawab,”bayar wae mas, mengko aku kokehan utang bingung lehku mbayar.(bayar saja mas, nanti kebanyakan utang jadi bingung bayarnya).

“Lho mas’e wis ora duwe utang maning koh, sing bulan wingi wis di bayar mbok?”(lho masnya kan gak ada utang lagi, yang bulan kemaren kan sudah di bayar khan?)

“yo wis catet wae hihihihi “(ya udah catet aja hihihi)

Betul betul warteg favorit para perantauan seperti saya ini kan hohoho. Sambil makan saya melihat-lihat ke sekeliling ruangan, kali kali aja ada cewek cakep nyasar sarapan disini (maap pie buat pitamin A aja pagi2). Pandangan saya tertarik pada seorang ibu yang sedang membujuk anaknya untuk mau makan makanan yang ada di depannya.

Kok ga dimakan itu

“Ogah, gak enak”

Ngga enak gimana, semua makanan itu enak, tuh liat banyak orang yang ngga bisa makan, itu baru ngga enak. ayo di makan ya.”

Saya sedikit tersentak dengan ucapan ibu tadi, dan saya teringat kejadian ketika saya masih SD. Hampir persis dengan anak itu. Saat itu saya tidak suka sama sekali dengan masakan ibu saya. Alm. Eyang Kakung saya yang tinggal serumah dengan kami juga tidak habisnya membujuk saya untuk makan. Kata-kata beliau mirip dengan Eyang Kakung saya. Saya bilang masakan itu tidak enak. Eyang menjawab,

“Setau Eyang makanan itu cuma ada dua rasanya nya, enak dan enak banget. Ngga ada makanan yang ngga enak. Karena kita harus selalu bersyukur masih di kasih nikmat untuk bisa makan hari ini, sementara banyak orang di luar sana entah bisa makan atau tidak hari ini.”

Pagi ini saya merasa makanan yang ada di hadapan saya rasanya begitu nikmat. Saya bersyukur masih di beri rejeki untuk sarapan pagi ini ( walau lom bayar alias di catet dulu hohohoho). Jadi kalau ada yang tanya rasa makanan itu? saya akan jawab dengan lantang, “cuma dua rasanya, enak dan enak bangettttttt.”